Beranda » Klinik Sehat & Cantik » Terapi Bekam

Terapi Bekam

T Diposting oleh pada 22 Februari 2017
F Kategori
b 1 komentar
@ Dilihat 102 kali

Bekam

Bekam = Al Hijamah = Blood Cupping

Bekam sangat baik untuk meringankan dan mengobati beberapa penyakit. Ia dapat dipergunakan untuk meningkatkan kesehatan, memperbaiki kesehatan tubuh, atau meningkatkan daya tahan tubuh (fungsi promotif), sehingga bisa dipakai pada orang-orang yang sehat. Selain itu, dapat dipakai pula untuk mencegah agar seseorang yang sehat tidak terserang penyakit (fungsi preventif). Pada sebagian orang sakit, bisa meringankan dan menghilangkan beberapa keluhan (fungsi paliatif), dan bisa menghilangkan penyebab penyakit (fungsi kuratif).

Kata Bekam merupakan terjemahan dari hijaamah, dari kata al-hajmu, yang berarti menghisap atau menyedot. Sehingga hijaamah atau bekam diartikan sebagai peristiwa penghisapan darah dengan alat menyerupai tabung, serta mengeluarkannya dari permukaan kulit dengan penyayatan yang kemudian ditampung di dalam gelas. Di Indonesia Bekam dikenal dengan beberapa nama seperti: canduk, canthuk, kop, cupping, mambakan dan lainnya.

Cara pengobatan Bekam dilakukan dengan membekam titik-titik di permukaan kulit. Titik yang dibekam bisa berupa

  • Titik-titik Bekam Nabi (Prophet Potent Point)
  • Titi-titik Meridian Akupunktur
  • Titik-titik Akupresur
  • Titik-titik Refleksi
  • Titik-titik Tung
  • Titik-titik Tho’ dan sebagainya.

Memahami Bekam

Menurut kedokteran tradisional, bahwa di bawah kulit, otot, maupun fascia terdapat suatu poin atau titik yang mempunyai sifat istimewa. Antara poin satu dengan poin lainnya saling berhubungan membujur dan melintang membentuk jaring-jaring atau jala. Jala ini dapat disamakan dengan meredian, cing luo, tho’, khottuz zawaal, atau habl. Dengan adanya jala ini, maka terdapat hubungan yang erat antara bagian tubuh sebelah atas dengan sebelah bawah, antara bagian dalam dengan bagian luar, antara bagian kiri dan bagian kanan, antara organ-organ tubuh dengan jaringan bawah kulit, antara organ yang satu dengan organ lainnya, antara organ dengan tangan dan kaki, antara organ padat dengan organ berongga, dan lain sebagainya, sehingga membentuk suatu kesatuan yang tak terpisahkan dan dapat bereaksi secara serentak.

Kelainan yang terjadi pada satu poin ini dapat ditularkan dan mempengaruhi poin lainnya. Juga sebaliknya, pengobatan pada satu poin akan menyembuhkan poin lainnya. Teori ini dapat menjelaskan bahwa seseorang yang sakit matanya tidak perlu dibekam pada matanya. Atau seseorang yang mengalami gangguan pada saluran pencernaannya dapat terlihat gambaran penyakit di lidahnya. Sehingga untuk mengobati pencernaannya dapat dibekam pada titik poin pencernaan maupun lidahnya, dan sebaliknya untuk mengobati penyakit pada lidah dapat dibekam di poin saluran pencernaannya.

Hasil penelitian dunia kedokteran modern mendapatkan bahwa poin istimewa merupakan motor points pada perlekatan neuromuskular (neuromuscular attachements) yang mengandung banyak mitokondria, kaya pembuluh darah, mengandung tinggi mioglobin, sebagian besar selnya menggunakan metabolisme oksidatif, dan lebih banyak mengandung cell mast, kelenjar limfe, kapiler, venula, bundle dan pleksus saraf serta ujung saraf akhir, dibanding dengan daerah yang bukan poin istimewa.

Mereka membuktikan bahwa apabila dilakukan pembekamam pada satu poin, maka di kulit (kutis), jaringan bawah kulit (sub kutis), fascia dan ototnya akan terjadi kerusakan dari mas cell dan lain-lain. Akibat kerusakan ini akan dilepaskan beberapa zat seperti serotonin, histamin, bradikinin, slow reacting substance (SRS), serta zat-zat lain yang belum diketahui. Zat-zat ini menyebabkan terjadinya dilatasi kapiler dan arteriol, serta flare reaction pada daerah yang dibekam. Dilatasi kapiler juga dapat terjadi ditempat yang jauh dari tempat pembekaman. Ini menyebabkan terjadi perbaikan mikrosirkulasi pembuluh darah. Akibatnya timbul efek relaksasi (pelemasan) otot-otot yang kaku serta akibat vasodilatasi umum akan menurunkan tekanan darah secara stabil. Yang terpenting adalah dilepaskannya corticotrophin releasing factor (CRF), serta releasing factors lainnya oleh adenohipofise. CRF selanjutnya akan menyebabkan terbentuknya ACTH, corticotrophin, dan corticosteroid. Corticosteroid ini mempunyai efek menyembuhkan peradangan serta menstabilkan permeabilitas sel.

Sedangkan golongan histamin yang ditimbulkannya mempunyai manfaat dalam proses reparasi (perbaikan) sel dan jaringan yang rusak, serta memacu pembentukan reticulo endothelial cell, yang akan meninggikan daya resistensi (daya tahan) dan imunitas (kekebalan) tubuh. Sistem imun ini terjadi melalui pembentukkan interleukin dari cell karena faktor neutral, peningkatan jumlah sel T karena peningkatan sel-enkephalin, enkephalin dan endorphin yang merupakan mediator antara susunan saraf pusat dan sistem imun, substansi P yang mempunyai fungsi parasimpatis dan sistem imun, serta peranan kelenjar pituitari dan hypothalamus anterior yang memproduksi CRF.

Penelitian lainnya menunjukkan bahwa pembekaman di kulit akan menstimulasi kuat syaraf permukaan kulit yang akan dilanjutkan pada cornu posterior medulla spinalis melalui syaraf A-delta dan C, serta traktus spino thalamicus kearah thalamus yang akan menghasilkan endorphin. Sedangkan sebagian rangsangan lainnya akan diteruskan melalui serabut aferen simpatik menuju ke motor neuron dan menimbulkan reflek intubasi nyeri. Efek lainnya adalah dilatasi pembuluh darah kulit, dan peningkatan kerja jantung.

Pada sistem endokrin terjadi pengaruh pada sistem sentral melalui hypothalamus dan pituitari sehingga menghasilkan ACTH, TSH, FSH-LH, ADM. Sedangkan melalui system perifer langsung berefek pada organ untuk menghasilkan hormon-hormon insulin, thyroxin, adrenalin, corticotropin, estrogen, progesteron, testosteron. Hormon-hormon inilah yang bekerja di tempat jauh dari yang dibekam.

Proses pengobatan bekam (berpatokan pada patofisiologi akupunktur) secara ringkas dilakukan dengan beberapa cara:

  1. Dengan memperkuat chi (energi) bagian tubuh yang lemah (defisiens/hipo) dan mengurangi chi bagian tubuh yang berlebihan (hiper).
    1. Memperkuat bagian tubuh yang lemah
      1. Memperkuat bagian meridian tubuh yang lemah
      2. Memperkuat meridian luar dengan meridian dalam
      3. Memperkuat meridian ibu

    2. Melemahkan bagian tubuh yang berlebihan (ekses/hiper)
      1. Melemahkan penyakit meridian tubuh yang terlalu berlebihan
      2. Melemahkan meridian luar dan meridian dalam
      3. Melemahkan meridian anak

    3. Kombinasi antara memperkuat bagian tubuh yang lemah dan mengurangi bagian tubuh yang berlebihan.

  2. Membuang panas tubuh dan menghangatkan bagian tubuh yang dingin
    1. Membuang panas tubuh, meliputi:
      1. Membuang panas yang berasal dari luar tubuh
      2. Membuang panas yang berasal dari dalam tubuh, mencakup:
        • Membuang panas yang masuk ke paru-paru
        • Membuang panas yang berada di hati dan empedu
        • Membuang panas dari lambung dan limpe

      3. Membuang panas yang disebabkan kekuarangan/difisiens panas:
        • Membuang panas di paru-paru
        • Membuang panas di hati karena difisiens
        • membuang panas di liver dan ginjal karena defisiens

    2. Menghangatkan bagian tubuh yang dingin, dengan cara:
      1. Menghangatkan Yang untuk mengusir dingin
      2. Menghangatkan Yang dan memperkuat difisiens

    3. Kombinasi antara menghangatkan Yang dan mengusir panas

  3. Mengobati daerah luar dan dalam tubuh
    1. Mengobati daerah luar untuk penyakit yang akut
    2. Mengobati daerah dalam untuk penyakit yang kronis
    3. Kombinasi antara daerah luar dan dalam

  4. Mengobati penyakit yang sejenis dengan metode pengobatan yang berbeda dan mengobati penyakit yang berbeda dengan metode yang sama

Beberapa Penyakit yang dapat diobati dengan Bekam

  1. Gangguan dan Nyeri Pada Otot, Tulang, dan Sendi
    1. Nyeri Kepala
    2. Nyeri Dahi
    3. Nyeri Migrain
    4. Nyeri Wajah Trigeminal
    5. Nyeri Atas Mata
    6. Nyeri Kepala Belakang
    7. Nyeri Leher
    8. Nyeri Tulang Leher
    9. Nyeri Sendi Bahu
    10. Nyeri Lengan Atas
    11. Nyeri Siku
    12. Nyeri Pergelangan Tangan
    13. Nyeri Tulang Belikat
    14. Nyeri Tulang Iga
    15. Nyeri Punggung Atas
    16. Nyeri Lumbal
    17. Nyeri Pinggang
    18. Nyeri Punggung
    19. Nyeri Skiatika
    20. Nyeri Punggung Bawah Menjalar ke Tungkai
    21. Nyeri Lutut
    22. Nyeri Tumit
    23. Nyeri Mata Kaki Luar
    24. Nyeri Mata Kaki Dalam
    25. Nyeri Jari Tangan
    26. Nyeri Jari Kaki
    27. Nyeri Pergelangan Kaki
    28. Nyeri Angina Pektoris
    29. Nyeri Ginjal
    30. Nyeri Perut Mendadak
    31. Nyeri Ulu Hati
    32. Nyeri Gigi
    33. Nyeri Artritis
    34. Nyeri Otot (Mialgia)
    35. Nyeri Panggul
    36. Nyeri Dada
    37. Nyeri Betis
    38. Nyeri Sendi Kakidan Jari Kaki
    39. Nyeri Paha

  2. Gangguan dan Penyakit Dalam
    1. Kelelahan
    2. Tekanan Darah Tinggi
    3. Tekanan Darah Rendah
    4. Flu
    5. Batuk
    6. Bronkitis Kronis
    7. Asma Bronkiale
    8. Ceguken
    9. Maag
    10. Mual dan Muntah
    11. Diare
    12. Sembelit
    13. Kesulitan Buang Air Kecil
    14. Beser
    15. Impotensi
    16. Berdebar-debar
    17. Ngompol
    18. Epilepsi
    19. Vertigo
    20. Skizofrenia
    21. Histeria
    22. Sulit Tidur
    23. Rasa Terbakar
    24. Kesukaran Menelan
    25. Gangguan Pencernaan dan Kembung
    26. Pingsan
    27. Menguatkan Syahwat
    28. Rahang Terkatup
    29. Lidah Kaku
    30. Lumpuh Tangan dan Kaki
    31. Kelumpuhan Wajah
    32. Meningkatkan Kecerdasan

  3. Penyakit Bedah
    1. Radang Kantung Empedu
    2. Batu Empedu
    3. Batu Ginjal
    4. Batu Ureter
    5. Batu Kandung Kencing
    6. Wasir

  4. Gangguan dan Penyakit Kewanitaan
    1. Pendarahan Rahim Disfungsional
    2. Nyeri Haid
    3. Radang Payudara
    4. Keputihan
    5. Kemandulan
    6. Radang Panggul
    7. Mual dan Muntah saat Hamil
    8. ASI tidak lancar
    9. Amenore

  5. Gangguan Pada Panca Indra
    1. Katarak
    2. Pendengaran Berkurang
    3. Telinga Berdengung
    4. Penyakit Meniere’s
    5. Radang Hidung
    6. Radang Sinus (Sinusitis)
    7. Mimisan
    8. Sariawan
    9. Gatal Biduran
    10. Gatal Pruritis
    11. Jerawat
    12. Kulit Belang
    13. Mencerahkan Pandangan

Beberapa Penyakit yang tidak bisa diobati dengan Bekam

  1. Penyakit yang disertai perubahan anatomi dan morfologi tubuh, seperti: kanker dan tumor.
  2. Penyakit yang memerlukan operasi, seperti: patah tulang, dislokasi tulang dan sendi, dan ruptur (lepasnya) organ-organ dalam tubuh.
  3. Penyakit karena trauma fisik, terkena zat kimia, tersiram air panas, dan luka bakar.
  4. Penyakit karena kecelakaan, seperti: tenggelam, tersengat listrik, luka-luka robek, dan lecet.

1 Komentar untuk Terapi Bekam

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

a Artikel Terkait Terapi Bekam

Layanan Klinik Fairuzholistic

Layanan Klinik Fairuzholistic

T 30 Januari 2017 F A FHadmin

Sekilas Tentang Klinik Fairuzholistic Klinik Fairuzholistic merupakan rumah terapi dengan penanganan secara Holistik (menyeluruh), bersifat alami dan aman. Sejak berdiri dibulan November 2001, alhamdulillah berbagai macam penyakit telah tertangani. Pendekatan holistik menjadi pendekatan yang kami selalu terapkan, baik fisik, pola... Selengkapnya

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi customer service kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai jasa/produk kami.